Cara Pencegahan Kanker Usus

Kebanyakan kanker usus besar berkembang dari polip. Kanker usus besar dan rectum juga dirujuk sebagai kanker kolorektal (colorectal cancer) yang bisa merusak berbagai jaringan serta organ yang berdekatan. Sel-sel kanker bahkan dapat pecah dan keluar serta menyebar pada bagian-bagian tubuh lainnya, seperti hati dan paru-paru tempat tumor-tumor baru terbentuk.

Polip tidak menyerang jaringan yang berdekatan dengannya dan tidak menyebar ke bagian-bagian tubuh lainnya. Polip dapat diangkat dengan mudah dan bukan ancaman bagi nyawa penderitanya. Jika polip tidak diangkat dari usus besar, maka polip bisa berubah menjadi kanker.

Pencegahan kanker usus

Pencegahan kanker usus besar yang paling efektif adalah melalui deteksi dini dan pengangkatan polip-polip usus besar yang belum bersifat kanker. Bahkan, jika kanker telah berkembang, deteksi awal tetap masih bisa memungkinkan cara penyembuhan melalui operasi pengangkatan kanker sebelum penyakit itu menyebar ke organ-organ lain

Pencegahan bisa dilakukan dengan pemeriksaan rectum dengan jari dan tes darah yang tersembunyi dari tinja. Dalam pemeriksaan rectum dengan jari, dokter memasukkan jari bersarung yang steril ke dalam rectum untuk merasakan pertumbuhan yang tidak normal. Sedangkan, contoh-contoh tinja diperlukan untuk bahan pemeriksaan terhadap darah yang tersembunyi.

Tumor-tumor dari usus besar dan rectum memang cenderung berdarah secara perlahan ke dalam tinja. Jumlah yang kecil dari darah yang tercampur ke dalam tinja biasanya tidak terlihat mata.

Tes-tes darah yang tersembunyi pada tinja umumnya dilakukan dengan memerhatikan perubahan warna kimiawi untuk mendeteksi jumlah yang sangat kecil atau mikroskopis dari darah. Tes-tes ini menyenangkan dan tidak mahal.

Tinja yang positif mengandung darah yang tersembunyi tidak berarti menunjukkan adanya kanker usus besar. Banyak kondisi lain yang bisa menyebabkan munculnya darah tersembunyi pada tinja.

Penderita kanker dengan darah yang tersembunyi pada tinja harus melakukan evaluasi lanjutan dengan melibatkan tes sinar X, colonoscopy, dan lain-lain. Tujuannya untuk mengeluarkan atau menghilangkan kanker usus besar dan menjelaskan sumber pendarahan. Colonoscopy tetap dilakukan walaupun tes-tes darah yang tersembunyi dari tinja menunjukkan hasil negative.

Posted in Kanker Usus, Kanker Usus Besar | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab dan Gejala Kanker Usus

Kanker kolorektal bersifat tidak menular. Seseorang tidak akan mendapat penyakit ini dari penderita kanker. Faktor-faktor yang meningkatkan resiko kanker kolorektal adalah konsumsi makanan berkadar lemak tinggi, sejarah keluarga dari kanker kolorektal dan polip, juga munculnya polip di usus besar serta radang usus besar karena borok yang kronis

Penyebab umum dari kanker usus atau kanker kolon :

1. Diet Makanan

Diet-diet yang tinggi lemak akan cenderung menimbulkan kanker kolorektal. Buktinya, Negara-negara dengan angka kanker kolorektal yang tinggi memiliki masyarakat yang mengonsumsi lemak jauh lebih tinggi daripada masyarakat di negara-negara dengan angka kanker rendah.

2. Polip

Kebanyakan kanker usus besar berkembang di polip-polip usus besar, oleh karena itu, pengangkatan polip-polip usus besar yang ramah dapat mencegah kanker kolorektal. Polip-polip usus besar berkembang ketika kerusakan kromosom terjadi pada sel-sel lapisan dari dalam usus besar. Kromosom-kromosom itu mengandung informasi genetis yang diwariskan dari setiap orang tua.

Secara normal, kromosom-kromosom yang sehat mengontrol pertumbuhan sel-sel dalam cara yang teratur. Ketika kromosom-kromososm itu rusak, maka pertumbuhan sel menjadi tidak terkontrol sehingga memengaruhi massa dari jaringan-jaringan polip. Awalnya, polip-polip usus besar bersifat ramah atau jinak.

3. Radang Borok Usus Besar

Radang borok usus besar yang kronis bisa menyebabkan peradangan lapisan di dalam usus besar. Kanker usus besar adalah komplikasi yang berasal dari radang borok usus besar yang kronis. Resiko ini mulai muncul 8-10 tahun dari colitis. Resiko tumbuhnya kanker usus besar pada seorang penderita radang borok usus besar juga dihubungkan dengan lokasi dan perluasan dari penyakit radang borok tersebut.

4. Genetis

Latar belakang genetis seseorang merupakan salah satu faktor resiko kanker usus besar yang penting. Namun demikian, sekira 80 persen dari kanker usus besar terjadi secara sporadic pada pasien yang tidak mempunyai sejarah kanker usus besar keluarga

Gejala-Gejala Kanker Usus Besar

Ada banyak gejala kanker usus besar, sifatnya juga tidak spesifik. Kadang-kadang penderita merasakan kelelahan, sesak napas, perubahan pada kebiasaan-kebiasaan usus besar, tinja yang berukuran kecil, diare atau sembelit, darah merah atau hitam pada tinja, kehilangan berat badan, sakit perut, kejang-kejang, ataupun kembung. Usus besar yang kejang dan penyakit bisul perut juga dapat memacu gejala-gejala yang meniru kanker kolorektal.

Kanker usus besar bisa muncul selama beberapa tahun sebelum gejala-gejalanya berkembang. Sifatnya pun bervariasi tergantung letak gejala dan tumornya di dalam usus besar.

Usus besar kanan memiliki ukuran yang luas. Kanker dari usus besar kanan bisa tumbuh menjadi ukuran-ukuran besar hingga kemudian menyebabkan gejala-gejala perut di bagian manapun. Kanker usus besar sebelah kanan biasanya menyebabkan anemia karena hilangnya darah secara perlahan-lahan. Anemia dan kekurangan zat besi itu lalu menimbulkan kelelahan, rasa letih, dan sesak nafas.

Usus besar kiri berukuran lebih sempit dibandingkan usus besar kanan sehingga lebih mungkin menyebabkan halangan pada sebagian atau seluruh usus besar. Kanker yang menyebabkan halangan usus besar sebagian bisa menimbulkan gejala-gejala sembelit, tinja yang kecil, diare, nyeri perut, kejang-kejang, dan kembung. Darah merah pada tinja mengindikasi adanya pertumbuhan usus besar kiri atau rektum.

Posted in Kanker Usus, Kanker Usus Besar | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Usus Besar

Usus besar adalah bagian dari system pencernan yang menjadi saluran pembuangan materi yang sebelumnya disimpan dan kemudian menjadi sampah. Usus besar juga merupakan rectum yang berada di dekat anus dan membentuk suatu pipa panjang yang berotot. Tumor-tumor usus besar dan rectum tumbuh dari dinding di dalam usus besar. Tumor-tumor ramah dari usus besar disebut polip, sedangkan tumor ganas dari usus besar disebut kanker.

Kanker usus besar merupakan penyebab ketiga dari kanker pada laki-laki dan penyebab keempat dari kanker pada perempuan. Frekuensi dari kanker kolorektal bervariasi di seluruh dunia. Kanker ini sangat umum di Barat, namun jarang muncul di Asia dan Afrika. Penderita kanker kolorektal meningkat di Negara-negara yang mengadopsi diet-diet ala Barat.

Colon Cancer atau kanker usus

KankerĀ  usus besar ini sering pula disebut kanker kolon dan rektum, karena ia memang menyerang organ usus besar (kolon) dan rektum. Penyakit ini dikenal sebagai kanker peringkat kedua yang mematikan. Seperti kita ketahui bahwa saluran pencernaan dimulai dari mulut, lalu kerongkongan (esofagus), perut (lambung), usus halus (duedenum, yeyunum, ilenium) usus besar (kolon), rektum dan berakhir di dubur (anus).

Karena itu usus besar terdiri dari kolon dan rektum. Kolon atau usus besar adalah bagian usus halus, terdiri dari kolon sebelah kanan (kolon asenden) kolon tengah atas (kolon transversum) dan kolon sebelah kiri (kolon desenden). Setelah kolon,ditemui rektum yang merupakan saluran di atas dubur. Bagian kolon yang berhubungan dengan usus halus disebut caecum, sedangkan bagian kolon yang berhubungan dengan rektum disebut kolon sigmoid.

Kanker kolon seperti juga sifat kanker lainnya memiliki sifat dapat tumbuh relatif cepat. Ia dapat menyusup atau menjalar (infiltrasi) ke jaringan di sekitarnya serta merusaknya. Ia juga dapat menyebar jauh melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ yang jauh dari tempat asalnya tumbuh, seperti ke liver dan paru-paru. Kemudian ia juga dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan baik dan cepat.

Posted in Kanker Usus, Kanker Usus Besar | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment